Skip to main content

950 Ternak Sapi dan Kerbau Terdampak Penyakit Ngorok di Bengkulu

950 Ternak Sapi dan Kerbau Terdampak Penyakit Ngorok di Bengkulu. Foto: Lentera/Siberbengkulu.co

 

Kota Bengkulu, Siberbengkulu.co -- Sebanyak 950 ternak sapi dan kerbau di Provinsi Bengkulu terinfeksi penyakit ngorok atau yang secara medis disebut Septicaemia epizootica (SE). Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida dan menyebabkan dampak serius pada kesehatan ternak di daerah tersebut.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Bengkulu, M. Syarkawi, mengungkapkan bahwa untuk menanggulangi penyebaran penyakit tersebut, pihaknya telah melakukan pemberian vaksin kepada ternak yang terinfeksi.

"Untuk stok obat dan antibiotik, sudah kita salurkan kepada peternak. Sementara itu, vaksin yang kita terima sebanyak 3.000 dosis bantuan dari pemerintah pusat, namun jumlah ini masih kurang untuk mengakomodir seluruh ternak yang terdampak," ujar Syarkawi.

Pihak Disnakeswan juga mengupayakan dukungan dari perusahaan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) guna mempercepat penanganan wabah ini. Syarkawi menambahkan bahwa populasi ternak di Bengkulu cukup besar, sehingga kebutuhan vaksin untuk menangani penyakit ini sangat mendesak.

Meski demikian, karena penyakit ngorok ini tidak termasuk dalam kategori wabah nasional seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), tidak ada alokasi ganti rugi bagi ternak yang mati, dimusnahkan, atau dijual di bawah harga pasar.

Pemerintah Provinsi Bengkulu terus berupaya keras untuk menangani dampak dari penyakit ini dan memastikan penyebarannya bisa dikendalikan dengan baik.

 

Reporter: Lentera Nindya M

Editor: M Ichfan Widodo 

Baca juga ...