Barong Landong menjadi Budaya Bengkulu
SiberBengkulu- Kesenian merupakan salah satu unsur budaya yang paling menonjol, dan kesenian itu sendiri terdiri dari banyak cabang serta macam. Diantaranya adalah musik, tari dan sastra yang merupakan hasil seni budaya suatu daerah yang sangat erat hubungannya dengan lingkungan masyarakat pendukungnya. Hal ini menunjukkan bahwa seni tradisonal tidak berdiri sendiri dan tidak dapat terlepas dari masyarakat pendukungnya apabila keberadaannya masih difungsikan sebagai salah satu bagian kehidupan. Kesenian merupakan pengungkapan kreatifitas manusia dengan masyarakat sebagai penyanggahnya. Keberadaannya tidak mandiri tetapi luluh lekat dengan adat, pandangan hidup, tata masyarakat, kepercayaan yang secara turun temurun telah diakui keberadaannya oleh masyarakat di lingkungan kebudayaan itu lahir.
Usaha untuk melestarikan serta mengembangkan kesenian masih mengalami
kemunduran yang diakibatkan generasi muda yang cendrung lebih menyenangi musik-musik yang berbau modern, sehingga keberadaan seni yang ada di daerah setempat seperti seni tradisi yang terdapat di wilayah Kota Bengkulu mengalami kemundura. Contohnya, para muda-mudi lebih senang bermain gitar, drum, atau orgen daripada bermain alat-alat musik tradisi seperti Redap, Serunai, dan sejenis alat musik etnis lainnya.
Budaya Bengkulu terbentuk dari pertemuan berbagai etnis yang bermigrasi ke Kota
Bengkulu. Etnis-etnis tersebut mendapat pengaruh dari budaya yang dibawa oleh kolonial
sehingga memunculkan budaya baru. Menurut beberapa catatan, masyarakat Melayu Bengkulu sendiri merupakan perpaduan (asimilasi) budaya rejang dan minangkabau dan mendapat pengaruh dari berbagai etnis yang datang ke Bengkulu seperti Bugis, Cina, Arab, Jawa, Aceh, Palembang, dan India.
Perpaduan berbagai budaya ini membawa pengaruh dalam bidang kesenian. Hal ini
bisa dilihat pada suku bangsa Melayu Bengkulu dan suku bangsa Lembak Delapan yang
merupakan suku bangsa asli Kota Bengkulu. Kesenian ini selalu ditampilkan pada acara-acara adat maupun perayaan-perayaan tertentu. Perkembangan selanjutnya semakin banyak jenis kesenian yang menjadi khas Melayu Bengkulu seperti gamat, talibun, tari selendang, tari sapu tangan, pencak silat, tari mabuk, tari piring, dan lain-lain. Disamping itu terkait dengan agama Islam terdapat juga kesenian hadra, syarafal anam, dan qasyidah. Sedangkan Suku bangsa Lembak Delapan menyebar hingga ke wilayah
Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Rejang Lebong, hingga ke wilayah Propinsi Sumatera Selatan. Suku bangsa Lembak ini memiliki varian masing-masing tergantung wilayahnya. Salah satu kesenian yang khas yaitu Barong Landong.
Barong Landong merupakan boneka raksasa yang menyerupai manusia berukuran tinggi
250 cm lebar 100 cm dengan rangka terbuat dari rotan, bambu, dan kayu. Rangka tersebut
dibungkus dengan kain khas pengantin Lembak. Sedangkan bagian kepala dibuat dari kayu
yang diukir menyerupai wajah manusia. Kesenian ini diyakini oleh masyarakat Lembak berasal dari KelurahanTanjung Agung Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu.
Barong Landong dapat diklasifikasikan sejenis antara lain dengan Reog Ponorogo,
Barongsai, Ondel-Ondel Betawi, dan Barong Landung Bali. Terkait Barong Landong pada suku bangsa lembak memiliki kesemaan bentuk dengan Ondel-Ondel Betawi, memiliki kesamaan nama dengan Barong Landung di Bali namun belum diperoleh kesepahaman diantara para pelaku seni Barong Landong Lembak terkait hubungan di antara kesenian lainnya tersebut.
Barong Landong diyakini sudah ada sejak tahun 1800-an atau akhir abad ke-19 namun
sempat menghilang sekitar 50 tahun. Baru pada tahun 1990 mulai diangkat kembali walau
hanya dalam bentuk tulisan dan belum dalam pertunjukan. Tahun 2012 mulai dibuat kembali dan ditampilkan pada aktivitas perayaan seperti festival tabut dan prosesi menyambut tamu negara. Dengan demikian sudah berbeda dengan fungsi awalnya sebagai perayaan pesta panen sudah tidak pernah lagi ditampilkan. Pada proses memunculkan kembali barong landong oleh para seniman dan tokoh adat Lembak, merasa kesulitan karena tokoh yang benar-benar memahami kesenian ini sudah banyak yang meninggal. Dengan demikian mereka mencoba mengkonsepsikan barong landong dengan konsep seperti saat ini. Dari uraian tersebut dapat dirumuskan pertanyaan penelitian yaitu bagaimana fungsi dan pewarisan barong landong pada suku bangsa Lembak saat ini.
- 250092 views
