Bengkulu Terima Insentif Karbon Rp 11,8 Miliar untuk Program REDD+ Green Climate Fund
Bengkulu, Siberbengkulu.co -- Perubahan iklim yang semakin mempengaruhi suhu bumi, ekosistem, dan sumber daya alam mendorong berbagai upaya mitigasi, termasuk pengurangan emisi gas rumah kaca melalui sektor kehutanan dan penggunaan lahan.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah implementasi perlindungan kawasan hutan melalui pengelolaan yang kolaboratif, integratif, dan melibatkan peran aktif masyarakat lokal.
Dalam konteks ini, Provinsi Bengkulu berhasil mendapatkan insentif karbon sebesar $ 757.255 atau sekitar Rp 11,8 miliar melalui skema Results Based Payment (RBP) dari program Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) yang didanai oleh Green Climate Fund (GCF). Insentif ini diberikan untuk mendukung upaya pengurangan deforestasi dan degradasi hutan serta peningkatan keanekaragaman hayati di wilayah tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah, dalam acara Kick Off Program RBP REDD+ For Result Period 2014-2016 Green Climate Fund yang digelar di Hotel Nala Sea Side, Senin (23/12), mengungkapkan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk reboisasi hutan-hutan yang rusak akibat cuaca ekstrem.
"Program ini sangat dibutuhkan untuk pencegahan dan penanaman kembali area hutan sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi gas rumah kaca," ujar Rosjonsyah.
Dana yang diterima akan dikelola oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) bersama Lembaga Perantara (Lemtara) untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana, serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program.
Proyek ini akan dijalankan oleh Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu.
Direktur KKI Warsi, Adi Junaedi, menekankan pentingnya tata kelola hutan yang berkelanjutan dalam mewujudkan Nationally Determined Contributions (NDC).
"KKI Warsi berperan sebagai perantara antara BPDLH dan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Kami intensif bekerja sama dengan DLHK mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi," jelas Adi.
Program ini diharapkan dapat memperkuat upaya pengelolaan hutan yang berkelanjutan, serta meningkatkan penghidupan masyarakat secara berkelanjutan, seiring dengan pelaksanaan strategi pengurangan deforestasi dan degradasi hutan di Provinsi Bengkulu.
Reporter: Rahmita Dwi Kurnia
Editor: M Ichfan Widodo
- 250093 views
