Skip to main content

Dua Wanita di Mukomuko Tewas Dibacok, Pelaku Berhasil Diamankan

Seorang pria berinisial Sa (44), warga Desa Rawa Bangun SP10, melakukan pembacokan brutal terhadap dua perempuan yang mengakibatkan keduanya meninggal dunia. Foto: Yas/Siberbengkulu.co

Mukomuko, Siberbengkulu.co -- Tragedi memilukan terjadi di Desa Tanjung Mulya SP9, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, Minggu (29/12/2024). Seorang pria berinisial Sa (44), warga Desa Rawa Bangun SP10, melakukan pembacokan brutal terhadap dua perempuan yang mengakibatkan keduanya meninggal dunia.  

Korban pertama, Turni (59), diserang di rumahnya saat sedang sakit. Pelaku masuk melalui pintu yang tidak terkunci dan langsung menyerang korban dengan parang, melukai bagian dada dan tangan. 

"Anak korban sempat berteriak memanggil ayahnya, tetapi nyawa korban tidak tertolong meski telah dilarikan ke RSUD Mukomuko," kata Kasat Reskrim Polres Mukomuko, Iptu Achmad Nizar Akbar, Senin (30/12/2024) kemarin.  

Usai menyerang Turni, pelaku melanjutkan aksinya dengan mengejar dua warga di dekat irigasi, namun mereka berhasil melarikan diri. Pelaku kemudian menyerang korban kedua, Umi Khofifah (42), di depan MTS Desa Tanjung Mulya SP9. Umi yang sedang menunggu pesanan makanan mengalami luka serius di bagian pinggang dan punggung. Nyawanya juga tidak dapat diselamatkan meski sempat dibawa ke rumah sakit.   

Polisi telah menangkap Sa dan menetapkannya sebagai tersangka setelah memenuhi dua alat bukti yang cukup. Barang bukti berupa parang sepanjang 35 cm, sepeda motor, dan pakaian korban telah diamankan. 

"Tersangka telah mengakui perbuatannya, tetapi motifnya masih kami dalami lebih lanjut," ujar Iptu Achmad.  

Ada dugaan bahwa Sa adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), tetapi hal ini masih menunggu hasil pemeriksaan medis. Kepala Desa Rawa Bangun, Cans Yoyok Sudarsono, mengatakan bahwa pelaku sehari-hari tampak normal dan menjalani rutinitas seperti biasa.  

"Kami menyerahkan proses ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan tim medis untuk memastikan kondisi pelaku," katanya.  

Tragedi ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan memicu kekhawatiran masyarakat setempat. Polres Mukomuko berkomitmen mengusut kasus ini hingga tuntas. "Kami akan memastikan keadilan bagi keluarga korban dan menyelesaikan kasus ini dengan transparan," tegas Iptu Achmad.  

Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap perilaku mencurigakan di lingkungan sekitar. "Segera laporkan kepada pihak berwenang jika ada indikasi tindakan berbahaya untuk mencegah tragedi serupa terulang," tutupnya.  

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental masyarakat serta kewaspadaan terhadap potensi kekerasan di lingkungan sekitar.

 

Reporter: Yas Bastari 

Editor: M Ichfan Widodo 

Tags

Baca juga ...