Harga Sawit di Benteng Stabil, Petani dan Pengusaha Tetap Waspada
Bengkulu Tengah, Siberbengkulu.co -- Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Tengah saat ini masih terbilang stabil, meskipun ada penurunan harga yang tipis. Para pengusaha dan petani sawit menilai kondisi ini cukup menguntungkan, meski tantangan tetap ada.
Menurut Dodi (38), seorang pengusaha sawit di Desa Kertapati, Kecamatan Pagar Jati, harga sawit di pabrik saat ini berkisar antara Rp 2.700 hingga Rp 2.970 per kilogram. Sementara itu, harga yang diterima oleh para pengusaha atau toke adalah Rp 2.600 hingga Rp 2.670 per kilogram.
“Semalam ada penurunan harga sekitar Rp 30 per kilogram. Meski terlihat kecil, jika dihitung dengan jumlah total 40 ton, kerugian bisa mencapai Rp 1,2 juta. Kami khawatir penurunan ini bisa berlangsung selama beberapa hari ke depan,” ungkap Dodi, Rabu (12/12).
Di sisi lain, Jeki (32), seorang petani sawit, menyatakan kepuasannya dengan harga sawit yang stabil saat ini, yakni sekitar Rp 2.500 hingga Rp 2.600 per kilogram.
“Dengan harga ini, kami bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membeli bahan perawatan, seperti pupuk. Namun, harga pupuk yang tinggi, yakni Rp 300.000 hingga Rp 400.000 per sak, masih menjadi kendala,” ujarnya.
Jeki juga menambahkan bahwa hujan badai yang terjadi beberapa waktu terakhir turut memengaruhi proses panen.
“Hujan membuat panen terhambat, tetapi di sisi lain, sawit menjadi lebih subur. Hanya saja, hasil panen kadang berkurang karena buahnya lebih sedikit,” jelasnya.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, baik petani maupun pengusaha sawit tetap berharap harga stabil ini dapat bertahan dan mendukung kesejahteraan mereka di tengah biaya operasional yang terus meningkat.
Reporter: Burhasin
Editor: M Ichfan Widodo
- 250090 views
