Skip to main content

ICOPE 2025: Lebih dari 500 Peserta Internasional Berkumpul di Bali untuk Bahas Keberlanjutan Industri Kelapa Sawit

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, Foto: ICOPE 2025/Siberbengkulu.co

 

Bali, Siberbengkulu.co -- Sebanyak lebih dari 500 peserta dari berbagai negara berkumpul di Bali Beach Convention, Sanur, Bali, untuk mengikuti Konferensi Internasional Kelapa Sawit dan Lingkungan (ICOPE) 2025. Kegiatan yang digelar pada 12-14 Februari ini dihadiri oleh delegasi dari India, Belanda, Prancis, Malaysia, Inggris, Finlandia, Kolombia, dan Spanyol, untuk berkolaborasi dalam merumuskan solusi keberlanjutan yang ramah iklim dan lingkungan dalam industri kelapa sawit.

Konferensi ini diselenggarakan oleh Sinar Mas Agribusiness and Food, Agricultural Research Centre for International Development (CIRAD), dan WWF Indonesia. Acara ini dibuka oleh Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam merumuskan keberlanjutan industri kelapa sawit berbasis penelitian ilmiah.

 “Jika bersama-sama kita bisa berjalan lebih jauh dan lebih cepat, keberlanjutan sawit ini merupakan telur emas bagi kita,” ungkap Sudaryono.

Tema konferensi tahun ini, “Transformasi Agro-Ekologis Kelapa Sawit: Menuju Pertanian yang Ramah Iklim dan Lingkungan,” mencerminkan urgensi dunia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Konferensi ini juga menjadi ajang bertemunya akademisi, ilmuwan, pemerintah, lembaga keuangan, pelaku industri, dan masyarakat sipil untuk mencari solusi terhadap tantangan yang dihadapi industri kelapa sawit.

Jean-Pierre Caliman, Co-Chairman ICOPE 2025, mengungkapkan, “Kita tergabung dalam tujuan yang sama: mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang untuk pertanian kelapa sawit yang lebih ramah iklim dan berkelanjutan.” Franky O. Widjaja, Chairman and CEO Sinar Mas Agribusiness and Food, menambahkan, “Kami percaya masa depan industri kelapa sawit bergantung pada inovasi berkelanjutan dan kolaborasi erat antara semua pihak.”

Konferensi ini juga mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak termasuk Dewi Lestari Yani Rizki, Direktur Konservasi WWF Indonesia, yang menyatakan keyakinannya bahwa industri kelapa sawit dapat bertransformasi menjadi bisnis yang lebih berkelanjutan di masa depan. Jean-Marc Roda, Direktur Regional CIRAD, juga menyatakan, “ICOPE berupaya menjadi katalis perubahan dalam menghadapi tantangan yang mendesak dalam sektor kelapa sawit.”

ICOPE 2025 diharapkan dapat menciptakan solusi nyata bagi masa depan industri kelapa sawit yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta berkontribusi pada upaya global untuk menanggulangi perubahan iklim dan melindungi keanekaragaman hayati.

 

Sumber: ICOPE 2025  

Editor: M Ichfan Widodo 

Tags

Baca juga ...