Jelang Pemilu, MUI Kota Bengkulu Gelar Mudzakarah 9
Bengkulu, Siberbengkulu.co -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bengkulu menggelar Mudzakarah 9 untuk mewujudkan Politik dalam Nuansa Islam dan Kebangsaan pada Pemilu 2024 mendatang.
Drs. KH. Zul Effendi. M. Pd.I., selaku ketua MUI Kota Bengkulu menjelaskan tujuan digelarnya acara Mudzakarah 9 ini untuk menjadi sebuah bahan kemudian bahan ini akan keluar sebuah rekomendasi yang mana rekomendasi ini akan diharapakan agar pemilu bisa berjalan dengan baik.
"Acara Mudzakar ini kita gelar dengan harapan untuk pemilu nanti bisa berjalan dengan baik tanpa ada kecurangan dan tipu muslihat serta diwarnai dengan saling menjatuhkan serta suap atau money politic dan instrumen-instrumen pemilu ini bisa berjalan baik dengan proses yang baik pasti akan melahirkan pemimpin yang baik," ujar Zul Effendi di Hotel Vista Bengkulu, Sabtu (16/12/2023).
Ditambahnya, ia berpesan untuk semua para politisi, calon pemimpin, calon legislatif (Caleg), tim sukses dan relawan dan sebagiannya untuk memberikan pendidikan yang baik, bermartabat dan beradab untuk masyarakat.

"Nanti akan kita keluarkan sebuah rekomendasi berbentuk tausiah untuk para caleg dan sebagainnya sehingga para calon-calon pemimpin ini bisa bersikap dan memberikan pendidikan yang baik maka masyarakat akan memilih dengan cara baik pula," kata Zul.
Asisten II Pemerintahan Daerah Kota Bengkulu, Drs, Sehmi M.Pd juga turut hadir mewakili Pj Walikota dalam kegiatan Mudzakarah 9 yang diselenggarakan oleh MUI Kota Bengkulu dan memberikan harapan serta tujuan untuk MUI kedepannya.
"Setalah hasil mudzakarah ini kita mengharapkan kepada MUI untuk menyebarluaskan keputusan fatwa-fatwa dari MUI bagaimana petunjuk-petunjuk dan arahan beliau supaya kita ini lebih nyaman dan damai serta stabil, dan dapat dipedomani khususnya warga Kota Bengkulu bagaimana memilih pemimpin dan bagaimana pemimpin memiliki nuansa islam dan juga bagaimana pemimpin tersebut bisa menjaga dan merawat dengan bernuansa kebangsaan dalam bangsa negara yang terdiri dari beragam suku, latar belakang budaya dan kearifan lokal dan panglima yang harus dikedepankan yaitu hukum dan aturan," tutup Sehmi.
Editor: Arif Dwi Septian
Reporter : Lentera Nindya M
- 250012 views