Skip to main content

Kantor Perwakilan BI Provinsi Bengkulu Prediksi Arus Balik Uang Capai Rp 1,7 Triliun Setelah Ramadan dan Idul Fitri Tahun 2023

Kantor Perwakilan BI Provinsi Bengkulu Prediksi Arus Balik Uang Capai Rp 1,7 Triliun Setelah Ramadan dan Idul Fitri Tahun 2023. Senin, 24-04-2023 Foto: Firdaus

SiberBengkulu.co,Bengkulu- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu memprediksi arus balik uang akan terjadi setelah Ramadan dan Idul Fitri tahun 2023 mencapai Rp 1,7 triliun. Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Darjana, mengatakan hampir di semua Kantor Perwakilan BI, temasuk Provinsi Bengkulu pasca lebaran ini akan mengalami arus balik uang atau net inflow.

“Diperkirakan setelah lebaran ini arus uang tersebut akan kembali lagi ke BI. Sehingga akan ada yang namanya net inflow,” jelas Darjana, Senin (24/4).

Ia menjelaskan, arus balik uang ini berupa kembalinya uang yang sudah beredar dari masyarakat melalui perbankan dan dari perbankan kembali ke BI. Dengan kata lain, masyarakat tersebut menyimpan uangnya di rekening giro Bank Indonesia.

“Arus balik uang di musim lebaran atau pasca ramadan dan Idul Fitri ini memang lebih kuat dan lebih tinggi,” ujarnya.

Arus balik yang diperkirakan sejumlah Rp 1,7 triliun tersebut, Darjana menyebutkan kondisinya lebih tinggi karena meningkatnya uang keluar setelah lebaran. Apalagi di era puncak mudik yang kerap terjadi di musim lebaran.

“Yang jelas, perkiraan arus balik uang yang akan kembali ke kantor BI Bengkulu iru sekitar Rp 1,7 triliun. Setelah lebaran uang keluar kondisinya akan lebih tinggi dari normalnya,” katanya.

Sementara itu, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu saat ini tengah gencar melakukan edukasi dan sosialiasi tentang ciri-ciri uang asli melalui program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Hal tersebut dilakukan untuk pencegahan beredarnya transaski uang palsu di kalangan masyarakat.

Darjana mengungkapkan saat ini pihaknya masih mengakumulasikan jumlah total penyebaran uang palsu di Bengkulu. Secara umum pihaknya menyebutkan peredaran uang palsu di Bengkulu pada tahun ini memang lebih meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Jika melihat trandnya itu untuk tahun ini memang agak meningkat di Bengkulu, walaupun baru jalan empat bulan. Yang memang peredaran uang cukup tinggi. Dari ekonomi juga sudah bergerak sehingga peredaan uang juga mulai membaik kembali,” ungkap Darjana, kemarin (24/4).

Sementara ini, Darjana mnegungkapkan pelaporan tentang peredaran uang palsu lebih banyak pihaknya terima dari perbankan. Karena biasanya, dari perbankan tersebut langsung mendapat laporan dari masyarakat lalu, mereka akan melakukan klarifikasi ke pihak Perwakilan BI Bengkulu.

“Secara langsung temuan kami itu melalui perbankan sementara untuk temuan dari pihak kepolisian sampai saat ini masih belum ada laporan. Tindak pidana yang dilakukan selama ini hanya dari pihak perbankan. Karena dari perbankan itu mendapat laporan dari masyarakat lalu nanti menentukan keasliannya dari BI untuk dilakukan klarifikasi,” jelasnya.

Secara umum, penemuan uang palsu ini bisa melalui Bank maupun laporan  masyarakat, khususnya pedagang atau UMKM yang menerima, atau bahkan juga kesadaran dari masyarakat sendiri termasuk yang menerima, bahkan juga yang masuk ke Bank Indonesia.

“Mayoritas itu yang nanti masuk ke perbankan karena uang masyarakat lebih banyak di perbankan. Tetapi, untuk beberapa kasus yang ada di media, seperti yang baru-baru ini kita temui. Itu memang ada oknum yang mencoba melakukan transaksi menggunakan uang palsu dan ketahuan. Sehingga bisa langsung ditangani oleh pihak yang berwajib,” ujar Darjana.

Untuk itu, Darjana mengimbau kepada seluruh masyarakat Provinsi Bengkulu untuk tetap berhati-hati dan waspada terhadap uang palsu. Dengan cara kenali ciri-ciri unag rupiah dengan 3D, yakni Dilihat, diraba, ditrawang. Yang merupakan barian dari Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

“Insyaallah kami akan terus mensosialisasi kan dan mengedukais masyarakat mengenai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Kami sangat mendorong agar transaksi masyarakat dilakukan secara digital dengan menyediakan Qris, karena kalau dengan Qris akan terhindar dengan uang palsu,” pungkas Darjana.

Di bagian lain, banyaknya masyarakat yang mengunjungi kawasan wisata Pantai Panjang, Kota Bengkulu di hari H+3 lebaran. Membuat arus lalu di jalan tersebut menjadi padat merayap. Mengantisipasi itu, kepolisian beserta jajaran instansi yang bertugas harus melakukan rekayasa satu jalur.

“Dapat kita laporkan untuk arus lalu lintas di kawasan Pantai Zakat, sampai saat ini masih kondusif arus lalu lintas masih bisa kita atasi,” ungkap Perwira Pengendali Pos Pantai Jakat Iptu Elpi Agustian Senin (24/4).

Kemarin kendaraan membeludak seperti yang terjadi di hari kedua lebaran. Sehingga dilakukan rekayasa arus lalu lintas satu jalur untuk mengatasi kemacetan tersebut. “Volume kendaraan yang melintasi kawasan wisata Pantai Panjang diperkirakan akan membludak, sore nanti. Maka kami akan segera mengantisipasi dengan cara melakukan rekayasa satu jalur,”   jelasnya.

Ditambahkanya, untuk sementara kawasan wisata Pantai Panjang, Pantai Jakat dan beberapa kawasan wisata yang ada di pesisir pantai Kota Bengkulu terpantau aman. Tidak ada kejadian seperti kecelakaan-kecelakaan yang tidak diinginkan.

“Belum ada terpantau kejadian-kejadian seperti kecelakaan dan hal-hal yang tidak diinginkan. Namun kemarin sempat ada kejadian anak hilang, dan Alhamdulillah setelah kita lakukan upaya pencarian akhirnya dapat segera kita pertemukan lagi dengan kedua orang tuanya,” pungkas Iptu Elpi Agustian.

Sementara itu, Kabag Ops Polresta Bengkulu  Kompol Jufri, S.I.K juga membenarkan bahwa akan dilakukan rekayasa satu jalur jika terjadi kepadatan pengendara yang melintasi jalur kawasan Pantai Panjang. Berkaca dengan hari kedua setelah lebaran bahwa kendaraan yang melintasi kawasan Pantai Panjang, cukup padat dan diperkirakan kepadatan ini  terjadi sampai dengan hari kelima setelah lebaran.

“Kami menyampaikan kepada seluruh masyarakat yang akan melintasi kawasan Pantai Panjang, bahwasanya akan dilakukan rekayasa satu jalur untuk mengatasi kemacetan yang terjadi,” kata Kabag Ops Kompol Jufri, S.I.K.

Kompol Jufri juga mengimbau, agar masyarakat tetap berhati-hati dan tetap waspada supaya tidak terjadi kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan. Terutama untuk terus menjaga keamanan barang-barang berharga yang mereka bawa seperti kendaraan, helm dan lain-lain.

“Pada saat memarkirkan kendaraan, harap menjaga keamanan kendaraan jangan sampai memberikan celah terhadap oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindak kejahatan. Seperti pencurian kendaraan , helm dan barang berharga lainya,” tutup Jufri.

Editor     :  Lupi

Reporter : Henrison

Baca juga ...