Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Rejang Lebong Jelang Libur Nataru 2024, Warga Keluhkan Harga Melonjak
Rejang Lebong, Siberbengkulu.co -- Menjelang momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), sejumlah warga Kabupaten Rejang Lebong mengeluhkan kesulitan dalam mendapatkan gas LPG 3 kg atau yang lebih dikenal dengan sebutan gas melon.
Banyak ibu rumah tangga, seperti Leli (32) yang mengaku sulit menemukan gas di pangkalan-pangkalan maupun warung-warung di sekitar kawasan Talang Benih.
"Saya sudah keliling mencari ke warung-warung yang ada di kawasan Talang Benih hampir tidak ketemu," ungkap Leli.
Ia menyebutkan, meskipun sempat menemukan gas di salah satu warung, harga yang dijual sangat tinggi, yakni mencapai Rp 30.000 per tabung, lebih mahal dari harga normal yang biasanya sekitar Rp 25.000 hingga Rp 27.000 per tabung.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Rejang Lebong, Anes Rahman S.Sos, menjelaskan bahwa distribusi gas LPG 3 kg di wilayah tersebut tetap normal hingga saat ini.
"Distribusi gas LPG 3 kg yang masuk ke Rejang Lebong sampai hari ini masih sama seperti biasanya, yakni sekitar 12-13 truk dalam sehari," jelasnya.
Anes juga menyebutkan bahwa agen-agen gas di wilayah tersebut, seperti PT. Putri Cempaka, PT. Karjan, dan PT. Elisa Meriani, tetap melakukan distribusi sesuai jatah yang telah ditentukan, dengan rata-rata 560 tabung per truk.
Meski demikian, Anes mengingatkan bahwa jika keluhan warga terkait kelangkaan gas LPG 3 kg masih berlanjut dalam sepekan ke depan, pihaknya akan melakukan razia ke beberapa pangkalan untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam distribusi.
Diharapkan, dengan adanya pemantauan ini, warga tidak lagi kesulitan dalam mendapatkan gas LPG 3 kg dengan harga yang wajar.
Reporter: Pingki Nopsa
Editor: M Ichfan Widodo
- 250055 views
