Skip to main content

Kemarau Panjang Diprediksi Sampai Oktober 2023

Bengkulu Mulai Musim Kemarau

SiberBengkulu.co, Bengkulu- Perhatian buat warga Provinsi Bengkulu Ini setelah Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Bengkulu, memperkirakan kemarau panjang akan melanda melanda sebagian besar wilayah Provinsi Bengkulu hingga lima bulan ke depan. Yakni, terhitung Mei hingga Oktober 2023. Fenomena prakiraan kemarau panjang ini, akan memecahkan rekor musim panas dalam tiga tahun terakhir. Koordinator Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Bengkulu, Anang Anwar saat ditemui RB 24 Mei 2023 menerangkan musim kemarau tersebut sudah berlangsung sekarang, dan akan terus berlanjut hingga Oktober 2023. “Perkiraan dari BMKG, tahun 2023 ini, Provinsi Bengkulu akan merasakan musim kemarau panjang, dimulai dari Mei ini hingga lima bulan ke depan.

Sebelumnya kita tidak kekurangan air, karena memang tiga tahun terakhir sering hujan,” tutur Anang. Selama periode tersebut, lanjutnya hujan dengan skala ringan akan tetap terjadi.

Namun, panas akan lebih lama. Masa puncak kemarau panjang diperkirakan pada bulan Juli, yang juga akan terjadi di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu.

“Tetap ada hujan, tetapi kurang dan turun dibeberapa wilayah saja dan airnya hanya membasahi permukaan bumi saja, tidak sampai masuk ke dalam tanah,” jelas Anang.

Perubahan cuaca yang drastis ini lanjutnya, diawali dengan suhu panas yang melanda Provinsi Bengkulu. Pengaruh kemarau panjang di Provinsi Bengkulu sangat besar, dari kesehatan, pertanian dan juga rawan kebakaran.

Sebab hutan akan lebih rawan terbakar, dan sumber air yang akan pasti terpengaruh. “Dari sisi kesehatan seperti timbul penyakit karena adanya debu yang beterbangan selama musim kemarau, dan terakhir adalah kekeringan yang akan melanda di Provinsi Bengkulu,” katanya.

Antisipasi dari masyarakat harus segera dilakukan, seperti pertanian untuk menghindari gagal panen, menghindari penyakit dan juga kebakaran hutan. “Jangan ambil kesempatan untuk membakar dan bermain api di hutan karena rawan terbakar. Simpan air sebanyak-banyaknya, untuk petani harus mempercepat masa awal tanam,” sarannya.

Ia mengimbau ke masyarakat agar menyikapi musim kemarau panjang dengan bijaksana. Dengan menghindari larangan-larangan yang diedarkan dari pemerintah. “Gunakan air secukupnya, dan tidak membakar,” tutupnya.

Editor : Ariel

Baca juga ...