Skip to main content

Pemprov Akan Melaksanakan Bazar Murah di Seluruh Wilayah Guna Memastikan Kebutuhan Masyarakat Terpenuhi Selama Ramadhan 1444 Hijriah Tahun 2023

SiberBengkulu.co,Bengkulu- Menjelang perayaan hari besar keagamaan konsumsi masyarakat cenderung meningkat. Pemprov Bengkulu mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak berlebihan dalam membeli bahan pokok dan konsumsi saat Ramadhan 1444 hijriah Tahun 2023.

Image removed.

"Diharapkan masyarakat dan para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak berlebihan dalam pelaksanaan puasa nanti dalam hal pembelian sembako ataupun gaya hidup yang mewah," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Hamka Sabri di Kota Bengkulu, Minggu (19/03/2023).

Hal tersebut dilakukan agar dapat menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok saat Ramadhan dan perayaan hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah.

"Kita imbau kepada masyarakat Provinsi Bengkulu untuk tidak usah berlebihan pada Ramadhan ini mari sama-sama meningkatkan keimanan dan keislaman bersama, tidak perlu berlebih dalam pembelian sembako. Masyarakat tidak perlu menyerbu pasar yang dapat membuat stok sembako habis dan akhirnya nanti harga sembako naik. Secukupnya saja membeli sembako untuk keperluan kebutuhan," ungkapnya.

Sementara itu, untuk memastikan ketersediaan sembilan bahan pokok di wilayah Provinsi Bengkulu, pemerintah akan melakukan peninjauan ke pasar.

Jika dalam pemeriksaan tersebut satu dari sembilan bahan pokok terjadi kekurangan maka pihaknya akan melakukan kegiatan bazar murah dengan menyediakan sejumlah kebutuhan pokok yang sedang naik dan ketersediaan stok terbatas.

Selain itu, terang Hamka, pemerintah akan melaksanakan bazar murah di seluruh wilayah guna memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi selama Ramadhan 1444 Hijriah atau 2023 untuk menstabilkan harga dan menekan inflasi.

Pelaksanaan bazar murah tersebut dilakukan secara bergantian di seluruh kabupaten dan kota sesuai dengan jadwal safari Ramadhan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Bazar tersebut dilaksanakan atas kerjasama dengan sejumlah sektor terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bengkulu. (RAH)

Baca juga ...