Skip to main content

Pengawasan Residu Bahan Kimia pada Momen Hari Besar dan Pergantian Tahun

Pengawasan Residu Bahan Kimia pada Momen Hari Besar dan Pergantian Tahun. Foto: Lentera/Siberbengkulu.co

 

Bengkulu, Siberbengkulu.co -- Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu intensif melakukan pengawasan terhadap kandungan residu bahan kimia pada produk pangan, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan dan pergantian tahun. Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu, Arwan Tantawi, pada hari Sabtu (9/11/2024).

Menurut Arwan Tantawi, pengawasan dan pemeriksaan sering kali dilakukan pada saat-saat tertentu yang berpotensi meningkatkan konsumsi pangan, serta adanya laporan dari masyarakat mengenai potensi kontaminasi.

 "Pemeriksaan sering kami lakukan ketika menjelang momen tertentu dan adanya potensi laporan," ujarnya.

Arwan juga menjelaskan bahwa uji residu pada Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) yang dijual di pasar tradisional maupun modern sangat penting untuk menjamin keamanan pangan bagi masyarakat. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan tidak adanya kontaminasi bahan kimia berbahaya seperti pestisida yang dapat membahayakan kesehatan konsumen.

"PSAT memiliki risiko tinggi terhadap cemaran bahan kimia, seperti residu pestisida, mikotoksin, dan logam berat, sehingga aturan mengenai ambang batas pemakaian harus ditaati," tambahnya. 

Ia menekankan bahwa pengujian rutin menjadi langkah vital untuk menghindari risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh kontaminasi tersebut.

Dalam melaksanakan pengawasan ini, pemerintah Provinsi Bengkulu menggunakan alat tes cepat atau rapid test untuk mendeteksi keamanan sayur dan buah yang dijual di pasar. Alat ini memungkinkan hasil yang cepat dan akurat, sehingga dapat memastikan produk pangan yang dikonsumsi masyarakat aman dari bahan kimia berbahaya.

Dengan langkah-langkah pengawasan ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh pangan yang sehat dan aman, terutama menjelang perayaan hari besar dan pergantian tahun yang sering diiringi dengan peningkatan konsumsi pangan.

 

Reporter: Lentera Nindya M

Editor: M Ichfan Widodo 

Baca juga ...