Skip to main content

PKS PT Bengkulu Selatan Lestari Umumkan Perubahan Jadwal Penerimaan TBS Selama Libur Nataru

TBS Sawit. Foto: Aan/Siberbengkulu.co

 

Bengkulu Selatan, Siberbengkulu.co --  Menyambut libur Natal dan Tahun Baru 2025 (Nataru), Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Bengkulu Selatan Lestari (BSL) di Desa Lubuk Ladung, Kecamatan Kedurang Ilir, mengeluarkan pengumuman penting terkait perubahan jadwal penerimaan Tanda Buah Segar (TBS) dari petani.

Pengumuman dengan Nomor : 001/BSL-HO/XII/2024 tersebut menginformasikan bahwa ada beberapa perubahan dalam jadwal penerimaan TBS selama libur Nataru. Humas PT BSL, Idius Syafari, mengonfirmasi bahwa perubahan jadwal ini dilakukan untuk menyambut libur panjang akhir tahun.

Adapun jadwal penerimaan TBS yang telah diumumkan adalah sebagai berikut:

  • Pada tanggal 25 Desember 2024, penerimaan TBS tetap berjalan seperti biasa.
  • Pada tanggal 31 Desember 2024, penerimaan TBS hanya dilakukan setengah hari, yaitu hingga pukul 12.00 WIB.
  • Pada tanggal 1 Januari 2025, pabrik tutup dan tidak ada penerimaan TBS dari petani.
  • Pada tanggal 2 Januari 2025, penerimaan TBS kembali normal seperti sebelumnya.

Idius menjelaskan bahwa perubahan ini hanya berlaku untuk tanggal 31 Desember 2024 yang akan dilakukan setengah hari dan tanggal 1 Januari 2025 pabrik tutup.

Di sisi lain, menjelang perayaan Nataru, harga TBS di tingkat pabrik juga mengalami penurunan. Harga TBS yang sebelumnya dipatok Rp 2.900 per kilogram, bahkan sempat tembus Rp 3.000, kini turun menjadi Rp 2.830 per kilogram. Harga brondol segar juga turun menjadi Rp 2.980 per kilogram.

Penurunan harga TBS ini disebabkan oleh turunnya harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar global. Idius berharap harga TBS akan kembali normal setelah perayaan Nataru, bahkan dapat kembali naik hingga Rp 4.000 per kilogram pada tahun 2025.

"Meski harga TBS turun, kami berharap petani tetap semangat mengelola kebunnya, karena kami yakin harga TBS akan kembali naik ke level yang lebih baik," ungkap Idius.

 

Reporter: Aan Ade

Editor: M Ichfan Widodo 

Baca juga ...