Puskesmas Air Manjuto Cegah Gizi Buruk, Dukung Visi Bupati Choirul Huda "Mukomuko Sehat"
Mukomuko, Siberbengkulu.co – Gizi makanan sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak, khususnya bayi dan balita. Periode kehamilan hingga usia dua tahun disebut sebagai masa emas sekaligus masa kritis pertumbuhan. Pada masa ini terjadi perkembangan otak serta pencapaian tinggi dan berat badan optimal sehingga diperlukan gizi mikro dan makro yang seimbang.
Makanan seimbang terdiri dari karbohidrat dan lemak sebagai sumber tenaga, protein hewani maupun nabati sebagai zat pembangun, serta sayur dan buah sebagai zat pengatur. Selain itu, pemberian ASI eksklusif hingga usia enam bulan juga sangat penting dan wajib diberikan.
Kepala Puskesmas Air Manjuto, dr. Oscar Pane, menjelaskan bahwa kasus balita di Seluma yang sempat mengeluarkan cacing dari mulutnya disebabkan oleh lingkungan tempat tinggal yang tidak layak. Agar kasus serupa tidak terjadi di wilayah Air Manjuto, pihaknya rutin melakukan langkah pencegahan.

“Setiap enam bulan sekali, kami memberikan obat cacing kepada anak di bawah 12 tahun melalui 17 posyandu yang ada di Kecamatan Air Manjuto,” jelas dr. Oscar.
Selain itu, untuk mencegah gizi buruk dan stunting, Puskesmas Air Manjuto juga secara rutin menyalurkan makanan tambahan yang dikelola kader posyandu di desa-desa.
“Kami berharap orang tua memperhatikan tumbuh kembang anak agar tercukupi kebutuhan proteinnya, serta menjaga pola hidup sehat dan bersih di lingkungan sekitar,” tambahnya.
Ia menegaskan, petugas Puskesmas Air Manjuto terus memantau kondisi balita agar tidak ada yang mengalami gizi buruk. “Jika ada anak yang tidak hadir ke posyandu, kami turun langsung ke rumah untuk melakukan pemeriksaan,” tutupnya. (JFS)
- 250074 views
