Skip to main content

Warga dan LSM Gelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor BPN Bengkulu, Tuntut Penerbitan Sertifikat Tanah Rio Sabri

Ratusan warga yang didampingi oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bengkulu. di Kelurahan Pekan Sabtu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, Senin (09/12). Foto: Lentera/Siberbengkulu.co

Bengkulu, Siberbengkulu.co -- Ratusan warga yang didampingi oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bengkulu. Mereka menuntut penerbitan sertifikat tanah yang sah atas nama Rio Sabri, yang terletak di Kelurahan Pekan Sabtu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, Senin (09/12).

Aksi dimulai dengan warga yang datang menggunakan kendaraan bermotor, dan dilanjutkan dengan pembentangan berbagai banner yang berisi tuntutan mereka. Para pengunjuk rasa juga mengadakan orasi secara bergantian, menyuarakan kekhawatiran terkait legalitas sertifikat yang diduga bermasalah.

“Tuntutan kami terkait legalitas sertifikat Rio Sabri yang berada di Kelurahan Pekan Sabtu, Kecamatan Selebar, yang diduga asli tapi palsu (Aspal). Kami duga ada oknum di kanwil BPN yang bermain mata dengan Rio Sabri, sehingga terbitlah sertifikat bodong,” tegas M. Diamin, Ketua Ormas Maju Bersama Bengkulu (OMBB).

Efril, salah satu perwakilan warga, menyatakan keprihatinannya terhadap warga yang telah menggarap lahan selama puluhan tahun, namun kini terancam kehilangan hak atas tanah mereka. Menurut Efril, warga tersebut sudah lama memiliki Surat Keterangan Tanah (SKT) yang sah dari tingkat desa pada waktu itu, namun kini hak mereka dipertanyakan.

“Kasus mafia tanah ini membuktikan bahwa sertifikat mencari tanah, bukan tanah mencari sertifikat. Kami juga mempertanyakan nomor registrasi sertifikat Rio Sabri yang terbit,” ujar Efril.

Setelah beberapa jam orasi berlangsung, pihak BPN Bengkulu akhirnya bersedia menerima perwakilan warga dan LSM untuk melakukan mediasi. Pihak BPN berjanji akan memeriksa masalah ini dengan cermat dan mencari solusi yang terbaik bagi semua pihak yang terlibat.

Aksi ini menyoroti isu yang semakin mencuat terkait sengketa tanah dan dugaan praktik mafia tanah yang marak di wilayah tersebut. Warga berharap agar proses mediasi berjalan lancar dan hak atas tanah mereka dapat segera diselesaikan dengan adil.

 

 

Reporter: Lentera Nindya M

Editor: M Ichfan Widodo

Tags

Baca juga ...