Skip to main content

Kenali Gejala Awal Terkena Diabetes

Kenali Gejala Awal Terkena Diabetes. Foto: Mita/Siberbengkulu.co

 

Ragam, Siberbengkulu.co -- Diabetes melitus adalah penyakit yang terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin dengan efektif. Insulin adalah hormon yang berperan dalam mengatur kadar gula darah. Diabetes dapat mengganggu fungsi tubuh secara keseluruhan, sehingga penting untuk mengenali gejala-gejala awal agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat. 

Berikut adalah gejala awal yang sering terjadi pada penderita diabetes:

1. Sering Buang Air Kecil (Poliuria)

Salah satu gejala awal diabetes adalah sering buang air kecil, terutama pada malam hari. Ini terjadi karena tubuh mencoba untuk membuang kadar gula yang berlebihan melalui urine.

2. Rasa Haus yang Berlebihan (Polidipsia)

Penderita diabetes sering merasa haus meskipun sudah banyak minum. Kondisi ini terjadi akibat tubuh yang kehilangan banyak cairan karena sering buang air kecil, sehingga tubuh berusaha untuk menggantikan cairan yang hilang.

3. Penurunan Berat Badan yang Tidak Dijelaskan

Meskipun nafsu makan tetap normal atau meningkat, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan bisa menjadi tanda bahwa tubuh tidak dapat menggunakan gula darah dengan baik sebagai sumber energi, sehingga tubuh mulai membakar lemak dan otot untuk energi.

4. Kelelahan yang Berlebihan

Tingkat energi yang rendah atau kelelahan berlebihan bisa terjadi karena tubuh tidak dapat mengubah gula darah menjadi energi yang dibutuhkan. Hal ini menyebabkan rasa lelah yang tidak biasa, bahkan setelah istirahat.

5. Penglihatan Kabur

Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan lensa mata membengkak, sehingga mengganggu kemampuan penglihatan. Ini bisa menyebabkan penglihatan kabur, dan jika tidak diobati, kondisi ini dapat berisiko pada kesehatan mata.

6. Luka yang Lambat Sembuh

Diabetes dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk sembuh. Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak sistem sirkulasi dan saraf, memperlambat proses penyembuhan luka dan meningkatkan risiko infeksi.

7. Kesemutan atau Rasa Terbakar pada Tangan dan Kaki

Kerusakan saraf akibat kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan sensasi kesemutan, terbakar, atau mati rasa pada tangan dan kaki, yang dikenal sebagai neuropati diabetes.

8. Infeksi yang Sering Terjadi

Diabetes dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi, seperti infeksi saluran kemih atau infeksi kulit.

9. Mudah Marah atau Perubahan Mood

Fluktuasi kadar gula darah dapat memengaruhi suasana hati. Penderita diabetes mungkin merasa lebih mudah marah, cemas, atau mengalami perubahan mood yang tidak biasa.

10. Mual dan Muntah

Pada beberapa kasus, kadar gula darah yang sangat tinggi bisa menyebabkan gejala mual atau muntah. Ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh berada dalam keadaan ketoasidosis, yang berisiko mengancam jiwa jika tidak segera diobati.

Penanganan dan Pencegahan

Jika Anda mengalami beberapa gejala di atas, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan darah untuk mengukur kadar gula darah bisa membantu mendiagnosis diabetes lebih awal.

Selain itu, pencegahan diabetes melibatkan perubahan gaya hidup, seperti:

  • Mengatur pola makan yang sehat dengan mengurangi konsumsi makanan manis dan berlemak.
  • Rutin berolahraga untuk menjaga berat badan ideal.
  • Menghindari stres yang berlebihan.
  • Memonitor kadar gula darah secara rutin bagi yang berisiko tinggi.

Dengan deteksi dini dan pengelolaan yang tepat, diabetes dapat dikelola dengan baik, dan komplikasi jangka panjang dapat dicegah.

 

Reporter: Rahmita Dwi Kurnia 

Editor: M Ichfan Widodo 

Baca juga ...