Skip to main content

Wah, Oknum Guru SMA N Bengkulu Selatan Diduga Aniaya Siswa

Kondisi bahu sebelah kiri korban yang tampak memar, (Foto: Aidil)

Bengkulu Selatan, Siberbengkulu.co -- Dunia pendidikan Kabupaten Bengkulu Selatan kembali tercoreng, pasalnya kali ini oknum seorang guru diduga menganiaya siswa salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA N) di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Berdasarkan informasi yang diungkapkan korban insiden tersebut terjadi di SMA N  Bengkulu Selatan ketika proses belajar mengajar berlangsung, tepatnya pada mata pelajaran PPKN yang mengakibatkan  seorang siswa mengalami lebam di bagian bahu hingga tangan sebelah kiri.

Dari informasi yang dihimpun bahwa kejadian tersebut berawal saat siswa tersebut sedang belajar mata pelajaran PPKN dengan kondisi sedang diskusi belajar, lalu pada saat sedang belajar diskusi ada salah satu siswa memetikkan gitar milik korban.

Melihat korban memainkan gitar tersebut, dengan beringas oknum guru merebut gitar dari tangan korban, namun korban mempertahankan gitar miliknya agar tidak diambil oleh guru.

Karena dianggap melawan, oknum guru tersebut merasa kesal dan segera menunjuk salah seorang siswa lainnya untuk mengambil mistar/penggaris.

Lalu, mistar/penggaris tersebut digunakan untuk memukul badan korban tepatnya tangan sebelah kiri hingga lebam. Tak kuasa menahan sakit akibat pukulan mistar/penggaris yang keras korban berontak dan melepaskan diri dari pukulan yang dilakukan oleh oknum guru lalu berlari pulang ke rumah dan menceritakan hal tersebut dengan orang tuanya.

Saat dikonfirmasi kepada pihak sekolah melalui Kesiswaan Cipto Waluyo menjelaskan bahwa kejadian tersebut memang benar adanya dan pihak sekolah juga sudah menemui pihak keluarga.

"Ya benar, kemarin setelah kejadian kami dari pihak sekolah sudah menemui korban, bahkan guru yang bersangkutan juga sudah menemui korban dan keluarganya," ungkap Cipto Waluyo.

Lanjut Cipto, semua persoalan sudah selesai dan tidak ada lagi permasalahan bahkan hari ini (2/2/2024) siswa juga sudah kembali masuk dan belajar.

"Kondisi saat ini sudah selesai dengan pihak keluarga, bahkan saat ini siswa tersebut juga sudah kembali belajar, " tutupnya.

 

Editor: Arif Dwi Septian

Reporter : Aidil

Baca juga ...