Dugaan Limbah dan Polusi Asap PT. AIP Resahkan Warga Desa Tumbuan, HMI Cabang Bengkulu Desak Aparat Bertindak
Seluma, Siberbengkulu.co -- Warga Desa Tumbuan, Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma, resah dengan dugaan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh aktivitas pabrik PT. Agrindo Indah Persada (AIP). Warga mengeluhkan adanya limbah Crude Palm Oil (CPO) dan polusi asap yang diduga berasal dari pabrik tersebut. Meski telah menjadi sorotan, hingga kini belum ada tindakan nyata dari pihak berwenang untuk menyelesaikan permasalahan ini.
Menanggapi hal tersebut, Kabid Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Kepemudaan (PTKP) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bengkulu, Faris Alatas, mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk segera turun tangan mengusut dugaan pencemaran lingkungan yang merugikan masyarakat.
“Kami meminta aparat penegak hukum untuk tidak tinggal diam terhadap keresahan yang dirasakan oleh masyarakat Desa Tumbuan. Dugaan pencemaran limbah dan polusi asap dari PT. AIP harus segera diusut dan ditindaklanjuti. Jika dibiarkan, hal ini tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat tetapi juga pada lingkungan sekitar yang semakin rusak,” tegas Faris Alatas saat ditemui, Kamis (26/12).
Menurut Faris, keberadaan perusahaan harusnya memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, bukan malah menimbulkan kerugian. Ia juga menyoroti perlunya pengawasan ketat terhadap perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor industri agar taat terhadap aturan lingkungan.
“Kami berharap instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, segera melakukan investigasi menyeluruh dan memberikan sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran. Keberlanjutan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” tambah Faris.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT. AIP belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan yang dilayangkan oleh warga dan HMI Cabang Bengkulu.
Sementara itu, warga Desa Tumbuan terus berharap agar keluhan mereka mendapatkan perhatian serius dari pihak berwenang.
Reporter: Suripno
Editor: M Ichfan Widodo
- 250069 views
