Wakil Bupati Asahan Buka Talk Show Edukatif Jilid II, Ajak Pemuda Bersatu Melawan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
siberbengkulu.co, Asahan – Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., secara resmi membuka kegiatan Talk Show Edukatif Jilid II bertajuk “Pemuda Bersatu Melawan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak” yang diselenggarakan oleh Barisan Aspirasi Pemuda dan Mahasiswa (BAPAM). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Camat Sei Dadap, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, sekaligus mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam membangun lingkungan sosial yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Talk show edukatif tersebut juga menjadi ruang bagi pemuda dan mahasiswa untuk memperluas wawasan, meningkatkan kesadaran, serta memahami pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak. Melalui edukasi dan diskusi, peserta diharapkan dapat mengenali berbagai bentuk kekerasan, memahami dampaknya, serta mengetahui pentingnya mengambil langkah yang tepat ketika menemukan atau mengetahui adanya dugaan tindak kekerasan.
Kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan persoalan sosial yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh korban secara fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis, kehidupan sosial, pendidikan, hingga masa depan korban. Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi, penguatan lingkungan keluarga, kepedulian masyarakat, serta dukungan terhadap sistem perlindungan korban.
Dalam upaya tersebut, generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan. Pemuda dan mahasiswa tidak hanya diharapkan mampu meningkatkan pemahaman bagi dirinya sendiri, tetapi juga turut menyebarluaskan nilai-nilai penghormatan terhadap sesama, kesetaraan, serta penolakan terhadap segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.
Keterlibatan pemuda dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan nyata, seperti membangun pergaulan yang sehat, tidak menormalisasi perilaku kekerasan, memberikan dukungan kepada korban, serta mendorong masyarakat untuk berani melaporkan dugaan tindak kekerasan melalui saluran yang tepat. Sikap peduli dan keberanian untuk bertindak secara bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi perempuan dan anak.
Penyelenggaraan Talk Show Edukatif Jilid II oleh BAPAM diharapkan dapat memperkuat pemahaman bahwa pencegahan kekerasan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu. Seluruh unsur masyarakat, termasuk keluarga, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan lingkungan sekitar, memiliki peran dalam menciptakan ruang kehidupan yang melindungi hak serta martabat setiap individu.
Pemerintah Kabupaten Asahan terus mendorong terbangunnya sinergi dengan organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung perlindungan perempuan dan anak. Kolaborasi tersebut diperlukan agar upaya pencegahan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi juga berkembang menjadi kesadaran dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Selain meningkatkan pengetahuan masyarakat, edukasi mengenai kekerasan terhadap perempuan dan anak juga penting untuk menumbuhkan keberanian dalam mencari bantuan. Korban maupun masyarakat yang mengetahui adanya dugaan kekerasan perlu mendapatkan informasi mengenai mekanisme pelaporan dan akses layanan pendampingan yang tersedia, dengan tetap memperhatikan keselamatan, privasi, dan kondisi korban.
Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan dapat menjadi pelopor perubahan sosial yang positif dengan mengedepankan sikap saling menghormati, kepedulian, dan tanggung jawab. Semangat persatuan pemuda menjadi modal penting dalam membangun budaya yang menolak kekerasan serta mendukung terciptanya lingkungan yang ramah bagi perempuan dan anak.
Pemerintah Kabupaten Asahan berharap kegiatan edukatif seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak diharapkan semakin kuat, sehingga dapat mewujudkan Kabupaten Asahan yang aman, harmonis, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.(sumartini)
- 250075 views